Sep 14, 2010

행복합니다~~

saya mau pamer ! hohoho
untuk yang semalem online d twitter pasti tau
kalo Teen Top semalem online dan nge-reply tweet fansnya
nah saya adalah salah satu fans yang beruntung tadi malem
RICKY NGE-REPLY TWEET GUE ! :3
(Arina juga di reply ya tweetnya? untuk yang kedua kalinya :D)

kalo ga percaya, nih ada buktinya
kalo masih ga percaya juga,
liat aja twitter gue sama twitternya Teen Top
masih ada kok itu tweet :P

*curcol dikit*
padahal semalem tuh aku ga niat ngetweet buat Teen Top
kirain kan Teen Top online sebentar doang gitu
eh pas aku liatin doang, kok ini timeline rame ama Teen Top?
kok Teen Top ngetweet terus?
wah berarti lama nih online-nya, gitu kata gue

pas liat tweetnya si Arina dibales ama Teen Top, gue jadi ikutan
iseng aja tuh sebenernya, mana ga tau pengen ngetwwt apaan
tapi jari-jari saya refleks ngetik "Ricky, I miss you~ :3"
hoho
eh tapi emang beneran kangen lho,
coz akhir-akhir ini lagi jarang update Teen Top
saya lagi mabok jepun x3


rasanya macem-macem deh pas tau tweet gue dibales
dibalesnya sama Ricky pula !
pas banget timingnya, dia yang lagi megang twitternya,
nah saat itulah gue ngetweet XD
udah jodoh kali ya /plakk *dilempar granat*

fyi, itu bukti foto gue jadiin siggy di 6TOT xD
dan mention saya semalem rame oleh fans-fans Teen Top,
pada mention-in tweet Ricky yang ngebales tweet saya

ya pokoknya gitu lah, cukup sekian pamer-pamerannya
saya ngerasa beruntung banget jadi salah satu fans yang dibales tweetnya tadi malem
padahal banyak banget fans lain yang ngarep banget dibales,
tap ternyata ga dibales
sabar ya, mungkin kalian belum beruntung, coba aja lain kali :D

cukup samapai disini
annyeong ! xD



Read More......

Sep 12, 2010

Hutang-Hutang Saya -___-

lol miris banget ya baca judulnya /plakk
tapi emang bener sih saya mau membeberkan *halaah*
hutang saya yang belom lunas
kepada member dc
tapi kayaknya ga perlu lagi deh,
coz ini blog aja udah sepi dari pengunjung /dies

inilah hutang-hutang saya kepada kalian, yang saya inget
*kalo ada yang kelupaan, tolong kasih tau ya*
eng ing eng~~


1. FANFIC BUAT SEMUA MEMBER DC
nah lho, mati kutu deh gue soal ini -,-
yang dauh selesai en aku posting baru ff mom en desy doang ya?
sebenernya yak, waktu itu(?) udah hampir selesai semua
tapi~~
karena ff itu adanya di komputer semua, dan saya udah jarang online via komputer (online-nya via netbook terus)
jadi udah ga pernah tersentuh lagi deh
padahal yak itu ff-nya arina udah 50% jadi, trus ff opi udah tamat *di pikarin gue, belom diketik*
ff cita juga senasib ama ff opi
kalo ff-nya pus udah aku pikirin waktu itu *sekarang lupa deh kek gimana*
nah ff anggrel anggi ama iyas nih yang aku bingung, ga dapet ilham /plakk

2. PROFIL DC
waktu itu saya janji kan mau bikin?
tapi karena saya bodoh dalam hal photoshop, jadi hasilnya biasa banget
pengennya sih diubah lagi minta bantuan cita
tapi karena sibuk dll, jadi sampe sekarang masih stuck gitu aja
blom ada perubahan -,-

3. MENG-UPDATE BLOG INI SESERING MUNGKIN
dulu gue pernah bilang bakalan posting tiap hari disini
eh ujung2nya ternyata cuma sepik belaka --"
maaf ya~

4. APA LAGI?

yang aku inget sih cuma 3 itu aja, ada yang lain?
mohon maaf banget ya, hutang saya belom terbayar lunas semuanya --"

sekian postingan dari saya
annyeong~ :D

Read More......

Sep 6, 2010

[FF] Five Boys One Girl

halo semua!!
setelah sekian lama g produktif di sini
diriq pengen ngpost FF. .
sebenernya FF ini sudah pernah diriq ceritakan
ke salah satu member DC dan membuatnya penasaran
jdi aq posting aja dech..




ini FF pertama yang aku publikasi *biasa'a dbaca sndiri*
jadi klo bnyak kesalahan n agak mengarang bebas banget
yaa beginilah FF diriq ^^


Cast : FT Island member
KIm Hana

START!!!

PART 1. FIRTS MEETING

Ternyata musim gugur sangat dingin dan angin bertiup tanpa henti, bahkan daun-daun berguguran dan menutupi sisi pinggir jalan yang banyak ditumbuh pohon-pohon besar yang meranggas. Pakaian pun mulai serba tebal, seperti jaket atau sweter. Bagi orang-orang yang tinggal disini mungkin sudah terbiasa, tetapi baginya musim gugur di korea baru pertama kali ia rasakan. Seorang perempuan blasteran Indonesia dan korea baru saja melangkah keluar dari rumah sakit untuk menemui pamannya yang bekerja sebagai dokter disana. Karena ada suatu urusan di korea, akhirnya dia memutuskan untuk bertemu pamannya yang sudah hampir 10 tahun tidak ditemuinya, karena letak geografis yang memisahkannya.
Kim Hana nama koreanya pemberian ayahnya yang merupakan warganegara korea yang kini tinggal di Indonesia karena urusan pekerjaanya. Sekarang dia berada di dalam taksi yang akan menantarnya ke sebuah apartemen yang sudah di siapkan oleh pamannya. Setengah jam kemudian sampailah dia di depan sebuah apartemen yang entah berapa lantai, mungkin puluhan dan terlihat modern.
Hana memasuki apartemen tersebut dan mencari ruangannya di lantai 15 nomor 251 dengan menggunakan lift. Tidak sampai 1 menit Hana telah berdiri didepan kamar nomor 251. Lalu dikeluarkan kunci kamarnya yang berupa kartu dari saku jaketnya yang diberikan pamannya. Belum sempat ia memasukkan kuncinya, pintunya terbuka sedikit dan tidak terkunci.
Awalnya dia sempat curiga, dan dia melihat kembali kertas yang ada di tangannya dan mencocokannya. Benar dan sesuai dengan yang ada dikertas, tanpa ambil pusing Hana memasuki ruangan tersebut. Dia tekejut ternyata apartemennya begitu luas. Dan dalamnya sudah tertata banyak barang seperti sudah ada yang menempatinya. Kemudian kedatangan Hana di sambut oleh seekor anjing tipe Siberia berwarna abu-abu yang memiliki mata yang tajam menghampirinya. Kali ini Hana benar-benar berfikir kalau dirinya salah kamar. Ketika dia berbalik keluar dan hendak memakai sepatunya lagi, ada sesosok cowok yang tingginya kurang lebih 176 cm berada dihadapannya. Selain itu ternyata orang tersebut sudah dikenal sangat baik olehnya yang merupakan salah satu fansnya. Keduanya pun terkejut.

“HWEEE…!!!!” keduanya saling berteriak. Lalu diam sejenak.

“Jonghun!” tunjuk Hana ke cowok itu, dan Hana benar-benar tidak percaya apa yang dilihatnya. Lalu cowok yang bernama Jonghun balas menjawab, “iya, tapi…tapi… kamu siapa & kenapa ada di kamar ini?” tanyanya.
“Ternyata benar aku salah kamar.” sela Hana. Jonghun tampak agak binggung dengan maksud salah kamar karena dahinya lansung berkerut. Hana yang mengerti maksud ekspresi mukanya langsung memberikan secarik kertas yang dari tadi ada ditangannya.
“Aku mencari kamar yang ditulis di kertas ini. Dan aku tidak menyangka ternyata kamar yang aku masuki adalah kamar kalian.” Sambil melihat sekeliling ruangannya. Jonghun yang melihatnya membalasnya dengan tersenyum juga setelah melihat isi di kertas itu. Tak lama kemudian ada beberapa orang yang masuk sambil berlari.
“Jonghun-hyung ada apa tadi ber. . .” kata-katanya tidak dilanjutkan karena dia melihat Hana. Tidak hanya 1 orang yang melihat kehadiran Hana tetapi ada 4 orang. Dan mereka pun tercengang dan berteriak.
“ HWEEE. . .!!!” mereka berteriak serempak sampai-sampai Jonghun menutup kedua telinganya.
“Kamu siapa? Fans yaa?” Tanya cowok yang memiliki wajah manis dan imut yang merupakan salah satu pemain bass di FT Island yang bernama Lee Jaejin. Kemudian datang pertanyaan lainnya.
“kita ada acara syuting reshow sekarang kah?” Tanya cowok yang merupakan seorang vokalis FT Island yang bernama Lee Hongki. Pertanyaan ke tigadatang tetapi bukan untuk Hana melainkan untuk Jonghun yang membuat Hana tertawa.
“wah, diam-diam ternyata Jonghun-hyung menyembunyikan seorang gadis dari kita semua.” dan sebuah jitakan melayang ke atas kepalanya.
“Jangan asal ngomong. Seunghyun kebiasaan.” jitak Hongki ke kepala Seunghyun yang merupakan pemain gitar juga.
“kita beneran syuting kah?? Tapi kok tidak ada kamera 1 pun?” sambil celingukan melihat ke dalam kamarnya. Dan dia adalah member yang paling muda yang bernama Choi Minhwan.

Hana yang melihatnya hanya bisa menahan tawanya. “Maaf, telah membuat kacau dan membingungkan kalian semua.” Hana membungkukkan badannya dan meminta maaf. Lalu Jonghun mengembalikan kertas yang dari tadi di pegangnya.
“Yang ditulis di kertas memang benar, mungkin ada kesalahan nomor kamarnya, karena ini kamar kami.” sambil menunjuk isi kertas tersebut. Ternyata tidak hanya Hongki yang kebingungan, tetapi yang lain juga.
“Maksudnya nomor kamar?” tanyanya kepada Jonghun.
“Dia salah kamar, tetapi alamat yang ditulis di kertasnya benar, nomor kamar ini.” Jonghun menjelaskan.
“Saya benar-benar minta maaf. Saya akan mencoba menanyakannya lagi dengan paman saya.” sambil membungkuk.
Belum sempat Hana kembali pada posisi semula, perutnya yang tidak mau berkompromi akhirnya berbunyi juga dan dia yakin bukan hanya dia yang mendengarnya, tetapi semua orang yang ada di hadapannya pasti mendengarnya juga. Begitu posisinya sudah kembali tegak, Hana melihat mereka tersenyum sambil menahan tawanya. Melihat mereka yang tertawa setelah mendengar suara perut Hana, muka Hana seketika berubah menjadi merah padam dan menahan malu.
“Sekali lagi saya minta maaf, saya akan segera pergi.” Hana benar-benar malu dan ingin cepat-cepat pergi dari hadapan mereka. Lalu dia menghampiri sepatunya yang tergeletak didepan pintu masuk. Tetapi pintunya ditutup oleh Jaejin. Hana yang melihatnya merasa heran dan kaget.
“Kami tidak akan membiarkan seseorang kelaparan pada malam hari apalagi dia seorang perempuan yang sedang mencari alamat.” Kata Jaejin dan dilanjutkan dengan anggukan yang lain.

Hana yang keget tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan menerima tawaran mereka. Benar-benar tidak disangka-sangka bisa berada di dorm FT Island dan di ajak makan bersama.
Ngomong-ngomong, manager-hyung dimana??” Hongki membuka pembicaraan sambil menyuapkan nasi yang ada disumpitnya ke dalam mulutnya.
“Tadi dia sms kalau dia mau keluar sebentar. Entahlah mau kemana.” Jawab Jonghun. Lalu Hongki melirik ke arah Hana, “Kenapa kamu makannya sedikit? Cobalah makan yang ini dan yang ini.” Sambil menawarkan makanan yang penuh warna-warni.
“Gomawo.” Memang tidak ada kata lain yang bias dkatakan kecuali terima kasih.

Lalu Minhwan mulai bersuara, yang dari tadi hanya berebutan daging dengan jaejin. “Maaf, boleh kami tahu nama nunna?” kata-kata dari Minhwan serentak membuat semua orang yang ada di kamar tersebut melihat Hana. Dan jujur saja sebenarnya Hana juga lupa untuk memperkenalkan dirinya saking gugupnya.
“Mianhae, aku benar-benar lupa memperkenalkan diriku padahal sudah di ajak makan oleh kalian semua.” Hana menundukan kepalanya lagi dan kembali pada posisi semula.
“Namaku Kim Hana, 18 tahun dari Indonesia. Salam kenal semuanya.” Perkenalan yang singkat, jelas, padat dan membuat semua anak-anak FT Island kaget.
“Hweeee. . .!!! Indonesia!!” seru Hongki yang saking kagetnya, mulutnya sampai terbuka padahal masih ada makanan dimulutnya.
“Jauh banget dari Indonesia kesini.” Seru Jaejin. Kemudian pertanyaan datang lagi dari Minhwan, “Nunna lagi ada urusan kah d Korea?” dan dijawab dengan anggukan oleh Hana.
Lalu Hana menceritakan tentang negara asalnya tersebut kepada 5 cowok keren yang berhasil merebut perhatian banyak cewek dengan lagu-lagunya dan perform mereka. Selain itu Hana juga menceritakan tentang fans-fans FT Island yang ada di Indonesia dan mereka benar-benar terkejut bahwa di Indonesia ternyata banyak yang menyukai mereka. Namun ketika mereka sedang asyik-asyiknya bercerita Hp Hana berbunyi. Hana berpindah tempat menjauhi mereka untuk mengangkat hpnya yang berbunyi. Dan di layar hpnya tertera nama Kim Min Jae yang merupakan nama pamannya.
“Yoboseo.” Sapa Hana duluan.
“Ne, yoboseo. Hana bagaimana apartemennya? Kau suka?” tanya pamannya.
“Paman, sebenarnya kamar apartemennya nomor berapa?” jelas sekali kalau pertanyaan Hana membuat sang paman kebingungan.
“Maksud kamu? Kamu belum sampai d apartemennya?”tanyanya lagi.
“Sebenarnya sudah sampai dari tadi, tapi alamat nomor kamar yang paman kasih salah. Itu kamar orang lain.” Jelas Hana.
“Hah? Bagaimana bisa salah? Jelas-jelas paman menulisnya dengan benar kamar no. 231.” Lalu Hana mengeluarkan kertasnya lagi dari kantung celananya dan melihatnya lagi sambil mengerutkan dahinya.
“231? Disini paman menulisnya 251 bukan 231.” Jelasnya Hana sekali lagi kepada pamannya.
“251? Paman menulisnya 231 bukan 251. Kalau 251 sudah pasti salah. Itu angka 3 bukan angka 5, Hana.” Hana mencoba melihat lagi angka yang tertera di kertas tersebut, jelas-jelas angka 5 yang tertulis tapi pamannya bilang kalau itu angka 3.
“Baiklah paman, aku akan mencoba ke kamar 231.” Jawab Hana yang masih memperhatikan angka yang bermasalah itu.
“Ya sudah, nanti kalau sudah samapi telpon paman lagi.” Suruhnya, lalu menutup teleponnya.

Hana memasukan hpnya kedalam saku celananya lalu kembali ke tempat semula sambil memegang kertas bermasalah tersebut. “Ternyata benar, aku salah kamar.” Hana memulai pembicaraan dan mereka berlima kembali menatap Hana untuk ketiga kalinya.
“Nomor kamar yang dimaksud 231, bukan 251.” Jelas Hana.
“Boleh aku coba lihat lagi kertasnya?” Seunghyun meminta kertas tersebut, bersama Hongki dan Jaejin yang ada disebelahnya ikut melihatnya. Lalu seunghyun dan jaejin tersenyum bersamaan.
“Siapa yang menulis ini?” tanya jaejin.
“pamanku yang menulisnya.” Jawab Hana.
“Pamanmu benar-benar bikin susah yaa.” Sambil tersenyum lalu menaruh kertas tersebut di atas meja agar bisa dilihat oleh semuanya. Lalu dia mulai menjelaskan.
“Sebenarnya ini angka 3, tapi karena atasnya terlalu panjang jadi di kiranya angka 5.” Seunghyun menunjuk bagian atas angka tersebut.
“Benar-benar seperti angka 5.” Kata Jonghun sambil mengerutkan dahinya melihat angka tersebut.
“Iya.” Kata Minhwan dan anggukan dari Hongki.
“Terjawab sudah kamar yang di maksud di kertas ini.” Kata Jaejin. “Karena kamar 251 adalah tempat kami.” Jelasnya sambil tersenyum.
“Jadi?” tanya Hongki.
“Kamarku ada di nomor 231. . .” jawab Hana dan mereka berlima mengangguk, tetapi ucapan Hana belum selesai.
“. . . dan sebagai ucapan terima kasihku, aku akan mencuci semua piring yang ada di meja makan ini.” Lanjut Hana sambil tersenyum. Awalnya mereka masih mengangguk dengan perkataan Hana, tetapi ketika mendengar kalimat terakhirnya lansung saja mereka kaget dan berteriak, “TIDAK USAH!!!” reaksi mereka benar-benar di luar dugaan dan membuat Hana tertawa.
“Gwaenchana, hanya ucapan terima kasih karena sudah membuat kalian repot dan membantuku. Bahkan sudah memperbolehkanku makan disini bersama kalian.” Hana mulai berdiri dan membawa piring dan mangkuk yang sudah kosong.
“Boleh tahu dimana dapurnya?” tanya Hana. Jonghun yang berada di samping Hana ikut membawa piring yang kotor dan memberitahukan tempatnya. Ternyata nggak hanya Jonghun, tapi yang lain juga ikut membantu. Hana yang mencuci, Hongki yang membilas, Jonghun yang mengeringkan, dan Jaejin yang menata piring-piring yang sudah dikeringkan di lemari. Sedangkan Seunghyun dan Minhwan kebagian merapihkan ruang tamu dan meja makan.

Selesai membantu membereskan ruangan, tiba saatnya Hana untuk pamit dan menuju apartemen yang sebenarnya.
“Jeongmal gomawo atas semua kebaikan kalian.” Sambil membungkukan badannya lagi.
“Gwaenchana.” Kata Jonghun, lalu dilanjutkan oleh Minhwan, “Nunna sering-sering main lagi yaa ke sini” kata-kata Minhwan tersebut membuat Hana kaget mendengarnya.
“Apartemenmu tiga lantai dibawah kami.” Jelas Jaejin.
“Ne, aku mau mendengar lebih banyak lagi tentang Indonesia dan para fans kami yang ada disana.” kata Minhwan.
“Tapi aku tidak yakin, akan kesini sering-sering. Pastinya jadwal kalian padat. Selain itu kalian harus lebih banyak latihan.” Jawab Hana.
“Baiklah, kalau begitu.” jawab Jonghun sambil tersenyum.

Hana memakai sepatunya, lalu pergi meninggalkan apartemen mereka. tidak diduga-duga dia bisa seberuntung itu bertemu FT Island, bahkan saling mengenal satu sama lain. Kalau teman-temannya yang berada di Indonesia mengetahuinya, bisa-bisa Hana di sidang dengan berbagai pertanyaan. Dan kini di dalam pikirannya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Semantara itu didalam apartemen yang dihuni oleh 5 cowok keren, salah satu dari mereka menemukan gantungan HP yang sepertinya bukan milik mereka berlima tergeletak di lantai.
“Hyung, coba kesini deh.” Awalnya Minhwan hanya ingin memanggil Hongki, tetapi yang lain juga ikut manghampiri karena mereka merasa sebagai hyungnya Minhwan.
“Ada apa?” Tanya Seunghyun. Lalu Minhwan memperlihatkan gantungan hp tersebut.
“Jangan-jangan itu. . . .” Jonghun tidak melanjutkan kata-katanya, lalu mereka saling menatap satu sama lain dan tiga orang dari mereka tiba-tiba tersenyum dengan penuh maksud, sedangkan yang duanya lagi kebingungan dengan arti dari senyuman itu.

========== To Be Continue ==================

Read More......

May 10, 2010

[FF] You're My Last Love

FF kedua yang aku posting disini..
demi melunasi hutangku pada member dc..
hehe..


happy reading :D



You're My Last Love

casts : Cho Kyuhyun, Park Taehee
genre : Romance
length : Oneshot / 904 words
rating : T / PG+13


“Yoboseyo?”
“Jagiya, kau belum tidur?”
“Belum. Kau meneleponku malam-malam seperti ini. Ada apa Kyunnie?”
“Aku ingin bicara padamu,”
“Bicara tentang apa? Katakan saja. Aku akan mendengarkan.”
“Bukan. Tidak bisa ku katakana di telepon. Besok aku tidak ada pemotretan. Kita bertemu di tempat biasa ya.”
“Tempat biasa? Baiklah. Jam berapa?”
“Kalau jam 10 pagi, bagaimana? Kau bisa kan?”
“Tentu saja aku bisa.”
“Baiklah, sampai ketemu besok, jagiya. Annyeong. Saranghae.”
“Nado saranghae, oppa. Annyeong”
Ku tekan tombol berwarna merah di handphone-ku yang memutuskan pembicaraanku dengannya. Tapi apakah ia ingat kalau besok adalah 1st anniversary kami? Tentu saja ia tak akan lupa kan? Aku jadi tidak bisa tidur membayangkan apa yang akan terjadi besok.

* * *

Aku tidak menyangka managerku akan menjemputku di rumah dan menarikku paksa ke lokasi pemotretan ! Padahal aku sudah berjanji akan bertemu dengan Taehee pukul 10 di taman! Dan kau tahu? Sekarang jam telah menunjukkan waktu tepat jam 10 dan aku masih berada di lokasi pemotretan yang jaraknya sangat jauh dari taman. Ku tepuk dahiku pelan saat melihat baterai handphone-ku yang lowbet. Babo! Aku lupa men-charge baterainya semalam. Kalau begini, bagaimana caranya aku bisa menghubungi Taehee?

* * *

Aku turun dari mobil managerku saat kami harus menuju arah yang berlawanan. Ku langkahkan kakiku dengan cepat menuju taman. Tapi aku ragu apakah Taehee masih menungguku disana? 5 jam lebih sudah berlalu dari waktu janjian kami. Aku akan sangat mengerti kalau dia lelah menungguku dan memutuskan untuk pulang. Tapi aku akan sangat mencintainya kalau ternyata ia masih setia menungguku sampai sekarang.

Saat melewati toko bunga, hatiku menyuruhku untuk berbelok arah sebentar dan membeli buket bunga mawar. Mawar, aku tahu Taehee sangat menyukai bunga itu. Tadinya aku merencanakan suatu kejutan untuknya. Tapi karena pemotretanku tadi, terpaksa ku batalkan rencanaku itu. Aku meneruskan perjalananku menuju taman sambil menggenggam erat buket bunga di tangan kananku. Aku tersenyum sendiri membayangkan bagaimana ekspresinya saat aku menyerahkan bunga ini untuknya.

* * *

Aku memasuki wilayah taman dengan hati tak karuan. Namun langkahku mantap menuju suatu tempat yang ku janjikan padanya. Kursi taman yang telah menjadi tempat favorit kami, karena pertemuan pertama kami terjadi disana. Kami selalu duduk disana ketika mengunjungi taman ini. Entah hanya untuk berbincang-bincang sambil makan es krim coklat kesukaannya. Ataupun untuk melepas lelah setelah kami berputar-putar mngelilingi taman yang cukup luas ini. Biasanya kami selalu bertemu di taman ini di akhir minggu. Tapi mungkin karena pekerjaanku sebagai seorang model yang baru saja ku mulai sekitar lima bulan lalu membuatku jarang menghabiskan waktu di taman ini bersamanya,

Aku semakin dekat dengan kursi favorit kami dan kulihat dia masih ada disana! Dia masih menungguku ! Ku lihat wajahnya yang cemas dan berkali-kali melihat sekeliling. Mungkin ia mencari-cari sosokku di tengah para pengunjung taman? Aku melangkah semakin dekat ke arahnya. Sekarang ku lihat ia sibuk dengan handphone-nya, seperti ingin menelepon seseorang, namun selalu dibatalkannya. Hal itu terus berulang sampai yang tiga kali. Aku bertanya-tanya, siapa yang ingin di telepon olehnya sebenarnya?

Aku melangkah lagi untuk mempersempit jarak antara kami. DIsaat itulah aku tersadar bahwa aku tidak memegang buket bunga yang tadi aku beli. Buket bungnya hilang ! Kemana perginya buket bunga itu? Padahal seingatku, aku tidak pernah melepaskannya sejak tadi.

Kini aku berdiri di hadapannya dan kebetulan sekali ia sedang menatap ke depan. Ke arah aku yang sedang beridiri. Tetapi ia sama sekali tidak menyadari keberadanku ! Kenapa ? Apakah ia marah padaku karena aku membuatnya menunggu terlalu lama dan sekarang ia pura-pura tidak mengenaliku?
“Jagiya,” panggilku sambil tersenyum lebar. Tetapi ia tetap diam.
Ku coba untuk menarik perhatiannya dengan melambaikan tangan kananku di wajahnya. Tetap tidak ada reaksi darinya dan ia malah mengalihkan pandngannya ke arah jam besar yang tak jauh dari kami. Pukul 15.15 sore. Aku sudah terlambat sekitar 5 jam dan Taehee sudah terlalu lama menungguku.

* * * *

Ku ulurkan tangan kananku, mencoba untuk meraih dan menggenggam tangannya. Tapi apa ini? Tidak bisa! Aku tidak bisa menyentuh tangannya ! Tidak terasa apa-apa seperti tanganku menyentuh udara kosong saja. Andwae~ Apa yang terjadi?

Ponsel yang digenggam Taehee berdering memecah keheningan. Dia menekan satu tombol dan menyapa seseorang yang menghubunginya. Aku tidak tahu apa yang dikatakan orang di telepon itu pada Taehee. Tapi seketika itu juga air matanya langsung mengalir deras. Tubuhnya bergetar hebat dan handphone-nya tejatuh dari genggamannya. Ada apa? Siapa yang meneleponnya itu? Apa yang membuat Taehee-ku menangis?

Tiba-tiba napasku tercekat di tenggorokan seolah-olah ada yang menarik paksa untuk keluar dari tubuhku. Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Aku terengah-engah dan masih berusaha untuk menarik napas. Samar-samar aku bisa mendengar suara yang berasal dari handphone Taehee. Aku yakin aku sangat mengenali suara itu. Hwang Chansung, sahabat karibku. Aku tidak akan marah ataupun cemburu kalau ia menghubungi Taehee. Namun semua yang dikatakannya membuat mataku terbelalak.


* * * *


“Taehee-ah, kau harus sabar. Aku mengerti perasaanmu. Kita semua tidak ingin Kyuhyun pergi meninggalkan kita secepat ini. Kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Mobil yang menabraknya itu… Ah, aku juga tidak tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya! Taehee? Taehee-ah, kau masih disana? Kau mendengarkanku kan? Kita harus cepat ke rumah sakit sekarang. Dimana sebenarnya kau berada? Aku akan segera menjemputmu disana! Jangan pergi sebelum aku datang! Kau mengerti, Taehee-ah?”


- E N D -


still in my room, Bekasi, Indonesia


when I listening to Sorry (Dear. Daddy) by f(x)


May 9th, 2010 - 19.50 WIB


by : {woobaby ♥}



udah aku ganti judulnya yaa :D
terinspirasi dari lagunya MBLAQ..
yang sampe sekarang masih pengen gue cari tau part-partnya =="



for desy : I hope you like it ;)

Read More......

May 8, 2010

[FF] I Did Wrong

AIGOOO~
dipaksa posting !
gak tau deh ini ceritanya gak karuan kayak apa >////<


.

` I Did Wrong `

casts : Park Eunjin, Kim Junsu, Kwon Jiyong (cameo)
genre : Romance
length : Oneshot / 1255 words
rating : T / PG+13


“Maaf, aku jenuh padamu.”
Kata-kata itu akhirnya keluar juga dari mulutku. Aku harap ia bisa mengerti. 2 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Ada kalanya aku merasa bosan, dan sekaranglah puncaknya. Berpisah untuk sementara waktu mungkin jalan yang terbaik untuk kami berdua. Lagipula berpisah sementara bukan berarti putus kan?
“Kita berpisah untuk sementara waktu. Aku rasa dengan begini kita bisa sama-sama berpikir apakah hubungan kita masih bisa dilanjutkan lagi atau tidak,” lanjutku.
“Untuk berapa lama?” tanyanya setelah terdiam sebentar.
“Aku juga tidak tahu. Sampai kita bisa memutuskan mana yang terbaik untuk kita.”
“Baiklah. Aku mengerti.”
* * * *

Rasanya aku sudah mengerti saat ia berkata ingin berbicara hal yang penting denganku. Terutama saat ia bilang bahwa ia jenuh padaku. Aku mengerti hubungan kami memang agak menjauh akhir-akhir ini. Akhir-akhir ini aku sering tidak punya waktu untuk bersamanya karena sibuk mengaransemen lagu untuk grup musikku. Aku dengarkan penjelasannya sampai ia selesai berbicara.
“Untuk berapa lama?” tanyaku. Tidak yakin apakah kalimat tadi adalah kalimat yang tepat untuk merespon penjelasan panjangnya.
Saat pembicaraan kami selesai, dimulailah masa-masa perpisahan kami yang menurutnya hanya sementara.
* * * *

Hari pertama setelah pembicaraan kami kemarin, berjalan dengan baik-baik saja. Walaupun aku (mungkin dia juga) merasa sangat lelah karena harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang aku dan dia. Sejak tadi pagi, teman-teman sekelas heran dan mulai bertanya-tanya saat melihat kami tidak berangkat sekolah bersama. Tentu saja mereka heran, karena pasangan yang diberi gelar “The Best Couple Ever” oleh mereka tidak mesra seperti biasanya, bahkan tidak berbincang-bincang dan malah terkesan menjauhi satu sama lain. Sepertinya mereka semua merasa khawatir kalau kami putus. Karena mereka akan sangat kehilangan pasangan yang sangat mereka setujui untuk menikah. Ada-ada saja mereka.
* * * *

Hari ini benar-benar hari yang melelahkan. Semua teman sekelas bertanya apakah aku sudah putus dengannya. Aku hanya menjelaskan dengan sabar. Memang tidak mudah berpisah seperti ini, apalagi kalau kami sekelas dan kami mempunyai teman-teman sekelas yang sangat peduli dengan hubungan kami. Tapi sepertinya dia baik-baik saja tanpaku seharian ini, jadi aku tidak perlu khawatir.
* * * *

Pulang sekolah, aku kebingungan mencari bus yang menuju ke rumahku. Kalau ku ingat-ingat, mungkin ini pertama kalinya aku naik bus selama 2 tahun terakhir. Berpacaran dengan seorang Kim Junsu selama kurang lebih 2 tahun, membuatku tidak tahu arah karena sangat dimanjakan olehnya. Kemanapun aku pergi, ia selalu siap sedia mengantar dan menjemputku. Begitupun kalau ke sekolah. Tiap pagi ia selalu menjemput dan sorenya mengantarku pulang.
“Lho? Kenapa kamu naik bus? Junsu tidak mengantarmu pulang?” tanya oppaku, Jiyong, terheran-heran saat aku baru saja sampai di rumah.
“Aku ingin mandiri, jadi aku pulang sendiri. Memangnya tidak boleh?” jawabku sekenanya.
“Hei, ini tidak seperti biasanya, makanya aku heran. Kenapa? Kau putus dengan Junsu?” tanyanya lagi.
“Tidak kok,” kataku sambil berjalan menuju kamar.
* * * *

Aku baru sadar bahwa aku mengarahkan motorku ke arah rumahnya saat aku berada di pertigaan dekat rumahnya. Aku menepuk dahiku pelan. Aku lupa kalau hari ini aku tidak perlu mengantarnya pulang. Rasanya hal itu sudah menjadi kebisaanku selama 2 tahun terakhir, jadi aku sulit untuk mengubahnya. Tapi, apakah ia tahu bus mana yang menuju ke arah rumahnya? Dia tidak akan tersesat kan? Atau mungkin dia meminta oppanya, Jiyong hyung, untuk menjemputnya?
* * * *

Hari kedua, ketiga, dan keempat, berjalan dengan lancar. Memasuki hari kelima, aku mulai merasakan ada yang hilang. Terutama saat jam pulang sekolah. Jiyong oppa hanya bisa mengantarku ke sekolah saat pagi hari. Dia tidak bisa menjemputku karena ia pun harus kuliah sampai sore. Aku yang selalu diantar pulang oleh Junsu, kini harus berdesak-desakkan di dalam bus. Lalu di malam hari, aku juga merasakan kehilangan saat menyadari tidak ada lagi yang meneleponku sebelum tidur. Sekedar mengucapkan selamat tidur, saranghae jagiya, ataupun menyanyikan lagu pengantar tidur untukku.
* * * *

Aku baru saja ingin memejamkan mata saat menyadari ada sesuatu yang kurang. Aku menyambar handphone yang ada di meja sebelah tempat tidurku secepat kilat. Membuka phonebook dan menatap nama kontak pertama yang ada disana. Jariku sudah tidak sabar untuk menekan tombol panggil. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak mendengar suaranya. Aku juga ingin menyanyikan lagu untuknya. Tapi ku urungkan niatku untuk menghubunginya saat aku teringat pembicaraan kami lima hari lalu. Kami sedang berpisah sementara. Ya. Tentu saja aku tidak akan lupa tentang hal itu.
* * * *

Tanpa ku sadari, sekarang sudah genap seminggu saat kami memutuskan untuk berpisah sementara. Aku melangkahkan kaki menuju ke balkon kamarku. Kutatap langit yang gelap tanpa bintang. Ku genggam erat handphone di tangan kananku. Sejak tadi aku berkali-kali menatap layar handphone-ku. Berharap ada sms atau telepon masuk darinya. Aku menghela napas panjang.
“Babo ! Dia tidak akan menghubungimu ! Kalian kan sedang berpisah saat ini !” rutukku pada diri sendiri.
* * * *

“AAAAHH ! Aku tidak ada ide lagi !” teriakku kencang.
Lagu buatanku yang ku kerjakan selama dua minggu terkahir belum juga selesai. Padahal besoklah deadline-nya. Grup musikku harus rekaman besok sore. Aku mengingat-ingat sejak kapan proses pembuatan laguku ini terunda. Namun hanya ada satu hal di pikiranku. Hari itu, tepat seminggu yang lalu. Hari dimana aku berpisah dengannya. Berpisah sementara, maksudku.
Seperti terhipnotis oleh sesuatu, aku segera mengambil jaket dan berlari keluar rumah. Tidak ku pedulikan teriakan eomma-ku yang bertanya aku mau kemana. Aku terus berlari secepat kilat tanpa memperhatikan sekelilingku. Aku hanya ingin cepat-cepat sampai di tempat itu. Aku ingin cepat-cepat memeluknya.
* * * *

“TOK !”
Aku dikagetkan oleh bunyi sebuah benda yang mengenai kaca jendelaku. Sebuah batu kecil. Sepertinya di lempar dari arah… bawah? Aku melihat ke bawah dan melihat dia berada disana. Ya, dia. Kim Junsu. Kekasihku.
Tanpa pikir panjang aku segera masuk ke dalam kamar. Menutup jendelaku dengan rapat.
* * * *

Akhirnya aku sampai di depan rumahnya. Namun kakiku seakan bergerak tanpa perintahku untuk terus berlari ke arah samping. Menuju ke arah jendela kamarnya. Tepat saat itu ku lihat dia sedang berdiri di balkon kamarnya, menatap langit. Aku mencari cara untuk membutnya menyadari keberadaanku. Ku ambil sebuah batu kecil dan ku lemparkan kencang kearah kaca jendelanya. Tepat mengenai sasaran. Dia hanya diam menatapku dari arah sana. Belum sempat aku berkata untuk menyuruhnya turun, ia sudah berlari dan menutup jendelanya rapat-rapat. DEG! Kenapa dia bersikap seperti itu? Apakah ia benar-benar ingin berpisah denganku ?
* * * *

Aku menuruni tangga dengan cepat. Menabrak Jiyong oppa yang ingin menuju ke kamarnya yang berada di depan kamarku. Aku hanya ingin segera sampai ke tempatnya untuk memeluknya. Kami berdiri berhadapan dan jarak kami hanya tinggal 2 meter lagi. Ia menatapku. Entah apa arti tatapannya itu. Tanpa sadar air mata menetes di pipiku. Aku tak sanggup untuk berdiri lebih dekat lagi padanya. Aku telah berbuat salah karena memutuskan ‘perpisahan sementara’ ini. Aku telah berbuat salah karena tidak menyadari betapa pentingnya ia untukku. Bodohnya aku.
* * * *

Aku tidak menyangka ia akan berlari ke bawah untuk menyusulku. Ku kira kami sudah berkahir begitu saja saat ia menutup jendelanya tadi. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa menatapnya. Kemuadian aku melihat mata dan pipinya basah oleh air mata. Aku cemas. Apakah ia menangis karena aku?
* * * *

“Kau rindu padaku?” tanya Junsu setelah keduanya sekian lama terdiam.
Eunjin tidak menjawab. Air matanya mengalir semakin deras. Ia berlari dan memeluk Junsu erat-erat. Seolah-olah tidak mau melepaskannya lagi.
“Tentu saja aku sangaaaaaat merindukanmu, jagiya. Saranghae,” bisiknya di telinga Junsu.
Junsu sepertinya terkejut oleh tindakan Eunjin. Namun tanpa berpikir lagi, ia memeluk Eunjinerat sambil tangan kanannya mengusap rambut Eunjin dengan lembut.
“Nado saranghae, jagiya. Aku berjanji aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi,”

- F I N -


terinspirasi dari khayalanku semalam yang entah darimana asalnya...

In My Room, Bekasi, Indonesia,
May 8th, 2010 - 13.35 WIB
by : {woobaby ♥}

how was it?
yang baca W A J I B kasih komen ^^
i'll love you ! *hugs* haha
gomawo ~

Read More......

Apr 22, 2010

[PROFILE] Rainbow

aku posting ini sesuai permintaan seseorang..
enjoy yaa :D





Group Name: Rainbow
Company: Daesung Entertainment [DSP Entertainment]
Official Debut: November 14, 2009

MEMBERS


Name: Kim Jae Kyung
Position: Leader
Birthday: December 24th, 1988
Height: 168cm
Weight: 45kg


Real Name: Oh Se Mi
Stage Name: Oh Seung A
Position: Main Vocal
Birthday: September 13, 1988
Height: 167cm
Weight: 45kg


Name: No Eul
Position: Rapper
Birthday: May 10, 1989
Height: 164cm
Weight: 44kg


Name: Go Woo Ri
Birthday: February 2, 1988
Height: 165cm
Weight: 44kg


Name: Jung Yoon Hye
Birthday: April 14, 1990
Height: 166cm
Weight: 47kg


Name: Kim Ji Sook
Birthday: July 18th, 1990
Height: 164cm
Weight: 41kg
Education: Hanyang All Girls College


Name: Jo Hyun Young
Position: Main Vocal
Birthday: August 11, 1991
Height: 160cm
Weight: 41kg




Discography

Mini Album Gossip Girl

Track list :
01. Not Your Girl
02. Gossip Girl
03. I Believe
04. Kiss
05. 참아볼께요




credits : prismatic7 + DSPlove + niz@DCEnt

Read More......

Mar 26, 2010

[LYRIC] 2AM - I Did Wrong





ROMANIZATION

Naega jal jal jalmotaesseo
Ni mari dal dal dalkomhaeseo
Maennal mal mal malloman
Nal nal nallo nal gatgo noneun geol mollasseo

Baby, do you really wanna hurt me?
Why are you doin’ this to me?
Why?

Neoui dareun namjadeul yaegi
An jodaneun haengsildeul yaegi
Moreuneun cheok mot deureun cheok
Neomeoga boryeogo haebwado

Ja kku chigeundaneun sulbeoreut
Nae chingu ege jitneun useum
Gochirago keumanha rago
Amuri neo ege malhaedo

* Mi anhaedaneun mareun da keu ttaeppun
Byeonha getdaneun maldo da keu ttaeppun
Nae gaseum apa apa apeun geol almyeonseodo
Jakkuman banbokdoeneun geol

# Naega jal jal jalmotaesseo
Ni mari dal dal dalkomhaeseo
Maennal mal mal malloman nal nal nallo nal
Gatgo noneun geol mollasseo
Baby you’re breaking my heart.
Baby you’re hurting my heart.
Keumandugo shipeunde jalmot doen geol aneunde dasi ni gyeote doraga

RAP
Baby you and I ssaguryeo yuhaengga sokeuron uneunde eokjiro utneun gwangdae
Baby you and I ssaguryeo yuhaengga sokeuron uneunde

Repeat *#

RAP
Ppikkeudeok eotnagan naemomgwa mam jajonsimdo eopneun babora nan
Sarange sokgodo nunmureul dakkgo ireom andoeneunde negero ga
Niga nolda beorin jangnangam iran sasire kibuni cham nangam
Geundae wae wae wae wae nan oneuldo ni apeseo utneun gwangdae

Repeat #


TRANSLATIONS

I was wrong wrong wrong
Your words were so, so, so sweet that
I didn’t realize you were playing me, me, me
with your words, words, words everyday

Baby do you really wanna hurt me?
Why are you doing this to me? why?

The stories regarding your other men
The stories regarding your behavior
I tried to ignore and pretended that I didn’t hear but

The way you act when you are intoxicated
The way you smile at my friend
Change it Stop it
Even though I tell you many times

* You say I’m so sorry only for that moment
You say I will change only for that moment
My heart in pa, pa, pain it hurts but
I can’t help but repeating

# I was wrong wrong wrong
Your words were so, so, so sweet that
I didn’t realize you were playing me, me, me
with your words, words, words everyday
Baby you breaking my heart
Baby you hurting my heart
I want to stop this
I know this is wrong
but I keep going back to you

Baby you and I
Like a bad popular song
I’m crying inside, but I force a smile like a clown
Baby you and I
Like a bad popular song
I’m crying inside

Repeat *#

Rap:
My heart and body go astray
I am a such fool with no pride that
Although I was deceived by love I wipe my tears
and just go back to you knowing that this is wrong
The fact that I am a toy that you played and threw away
Makes my feeling unbearable
But Why! Why! Why! Why!
Today I am a clown who smiles in front of you again

Read More......
 

~ DC Entertainment ~ Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez