lol miris banget ya baca judulnya /plakk
tapi emang bener sih saya mau membeberkan *halaah*
hutang saya yang belom lunas kepada member dc
tapi kayaknya ga perlu lagi deh,
coz ini blog aja udah sepi dari pengunjung /dies
inilah hutang-hutang saya kepada kalian, yang saya inget
*kalo ada yang kelupaan, tolong kasih tau ya*
eng ing eng~~
1. FANFIC BUAT SEMUA MEMBER DC
nah lho, mati kutu deh gue soal ini -,-
yang dauh selesai en aku posting baru ff mom en desy doang ya?
sebenernya yak, waktu itu(?) udah hampir selesai semua
tapi~~
karena ff itu adanya di komputer semua, dan saya udah jarang online via komputer (online-nya via netbook terus)
jadi udah ga pernah tersentuh lagi deh
padahal yak itu ff-nya arina udah 50% jadi, trus ff opi udah tamat *di pikarin gue, belom diketik*
ff cita juga senasib ama ff opi
kalo ff-nya pus udah aku pikirin waktu itu *sekarang lupa deh kek gimana*
nah ff anggrel anggi ama iyas nih yang aku bingung, ga dapet ilham /plakk
2. PROFIL DC
waktu itu saya janji kan mau bikin?
tapi karena saya bodoh dalam hal photoshop, jadi hasilnya biasa banget
pengennya sih diubah lagi minta bantuan cita
tapi karena sibuk dll, jadi sampe sekarang masih stuck gitu aja
blom ada perubahan -,-
3. MENG-UPDATE BLOG INI SESERING MUNGKIN
dulu gue pernah bilang bakalan posting tiap hari disini
eh ujung2nya ternyata cuma sepik belaka --"
maaf ya~
4. APA LAGI?
yang aku inget sih cuma 3 itu aja, ada yang lain?
mohon maaf banget ya, hutang saya belom terbayar lunas semuanya --"
sekian postingan dari saya
annyeong~ :D
Sep 12, 2010
Hutang-Hutang Saya -___-
Sep 6, 2010
[FF] Five Boys One Girl
halo semua!!
setelah sekian lama g produktif di sini
diriq pengen ngpost FF. .
sebenernya FF ini sudah pernah diriq ceritakan
ke salah satu member DC dan membuatnya penasaran
jdi aq posting aja dech..
ini FF pertama yang aku publikasi *biasa'a dbaca sndiri*
jadi klo bnyak kesalahan n agak mengarang bebas banget
yaa beginilah FF diriq ^^
Cast : FT Island member
KIm Hana
START!!!
PART 1. FIRTS MEETING
Ternyata musim gugur sangat dingin dan angin bertiup tanpa henti, bahkan daun-daun berguguran dan menutupi sisi pinggir jalan yang banyak ditumbuh pohon-pohon besar yang meranggas. Pakaian pun mulai serba tebal, seperti jaket atau sweter. Bagi orang-orang yang tinggal disini mungkin sudah terbiasa, tetapi baginya musim gugur di korea baru pertama kali ia rasakan. Seorang perempuan blasteran Indonesia dan korea baru saja melangkah keluar dari rumah sakit untuk menemui pamannya yang bekerja sebagai dokter disana. Karena ada suatu urusan di korea, akhirnya dia memutuskan untuk bertemu pamannya yang sudah hampir 10 tahun tidak ditemuinya, karena letak geografis yang memisahkannya.
Kim Hana nama koreanya pemberian ayahnya yang merupakan warganegara korea yang kini tinggal di Indonesia karena urusan pekerjaanya. Sekarang dia berada di dalam taksi yang akan menantarnya ke sebuah apartemen yang sudah di siapkan oleh pamannya. Setengah jam kemudian sampailah dia di depan sebuah apartemen yang entah berapa lantai, mungkin puluhan dan terlihat modern.
Hana memasuki apartemen tersebut dan mencari ruangannya di lantai 15 nomor 251 dengan menggunakan lift. Tidak sampai 1 menit Hana telah berdiri didepan kamar nomor 251. Lalu dikeluarkan kunci kamarnya yang berupa kartu dari saku jaketnya yang diberikan pamannya. Belum sempat ia memasukkan kuncinya, pintunya terbuka sedikit dan tidak terkunci.
Awalnya dia sempat curiga, dan dia melihat kembali kertas yang ada di tangannya dan mencocokannya. Benar dan sesuai dengan yang ada dikertas, tanpa ambil pusing Hana memasuki ruangan tersebut. Dia tekejut ternyata apartemennya begitu luas. Dan dalamnya sudah tertata banyak barang seperti sudah ada yang menempatinya. Kemudian kedatangan Hana di sambut oleh seekor anjing tipe Siberia berwarna abu-abu yang memiliki mata yang tajam menghampirinya. Kali ini Hana benar-benar berfikir kalau dirinya salah kamar. Ketika dia berbalik keluar dan hendak memakai sepatunya lagi, ada sesosok cowok yang tingginya kurang lebih 176 cm berada dihadapannya. Selain itu ternyata orang tersebut sudah dikenal sangat baik olehnya yang merupakan salah satu fansnya. Keduanya pun terkejut.
“HWEEE…!!!!” keduanya saling berteriak. Lalu diam sejenak.
“Jonghun!” tunjuk Hana ke cowok itu, dan Hana benar-benar tidak percaya apa yang dilihatnya. Lalu cowok yang bernama Jonghun balas menjawab, “iya, tapi…tapi… kamu siapa & kenapa ada di kamar ini?” tanyanya.
“Ternyata benar aku salah kamar.” sela Hana. Jonghun tampak agak binggung dengan maksud salah kamar karena dahinya lansung berkerut. Hana yang mengerti maksud ekspresi mukanya langsung memberikan secarik kertas yang dari tadi ada ditangannya.
“Aku mencari kamar yang ditulis di kertas ini. Dan aku tidak menyangka ternyata kamar yang aku masuki adalah kamar kalian.” Sambil melihat sekeliling ruangannya. Jonghun yang melihatnya membalasnya dengan tersenyum juga setelah melihat isi di kertas itu. Tak lama kemudian ada beberapa orang yang masuk sambil berlari.
“Jonghun-hyung ada apa tadi ber. . .” kata-katanya tidak dilanjutkan karena dia melihat Hana. Tidak hanya 1 orang yang melihat kehadiran Hana tetapi ada 4 orang. Dan mereka pun tercengang dan berteriak.
“ HWEEE. . .!!!” mereka berteriak serempak sampai-sampai Jonghun menutup kedua telinganya.
“Kamu siapa? Fans yaa?” Tanya cowok yang memiliki wajah manis dan imut yang merupakan salah satu pemain bass di FT Island yang bernama Lee Jaejin. Kemudian datang pertanyaan lainnya.
“kita ada acara syuting reshow sekarang kah?” Tanya cowok yang merupakan seorang vokalis FT Island yang bernama Lee Hongki. Pertanyaan ke tigadatang tetapi bukan untuk Hana melainkan untuk Jonghun yang membuat Hana tertawa.
“wah, diam-diam ternyata Jonghun-hyung menyembunyikan seorang gadis dari kita semua.” dan sebuah jitakan melayang ke atas kepalanya.
“Jangan asal ngomong. Seunghyun kebiasaan.” jitak Hongki ke kepala Seunghyun yang merupakan pemain gitar juga.
“kita beneran syuting kah?? Tapi kok tidak ada kamera 1 pun?” sambil celingukan melihat ke dalam kamarnya. Dan dia adalah member yang paling muda yang bernama Choi Minhwan.
Hana yang melihatnya hanya bisa menahan tawanya. “Maaf, telah membuat kacau dan membingungkan kalian semua.” Hana membungkukkan badannya dan meminta maaf. Lalu Jonghun mengembalikan kertas yang dari tadi di pegangnya.
“Yang ditulis di kertas memang benar, mungkin ada kesalahan nomor kamarnya, karena ini kamar kami.” sambil menunjuk isi kertas tersebut. Ternyata tidak hanya Hongki yang kebingungan, tetapi yang lain juga.
“Maksudnya nomor kamar?” tanyanya kepada Jonghun.
“Dia salah kamar, tetapi alamat yang ditulis di kertasnya benar, nomor kamar ini.” Jonghun menjelaskan.
“Saya benar-benar minta maaf. Saya akan mencoba menanyakannya lagi dengan paman saya.” sambil membungkuk.
Belum sempat Hana kembali pada posisi semula, perutnya yang tidak mau berkompromi akhirnya berbunyi juga dan dia yakin bukan hanya dia yang mendengarnya, tetapi semua orang yang ada di hadapannya pasti mendengarnya juga. Begitu posisinya sudah kembali tegak, Hana melihat mereka tersenyum sambil menahan tawanya. Melihat mereka yang tertawa setelah mendengar suara perut Hana, muka Hana seketika berubah menjadi merah padam dan menahan malu.
“Sekali lagi saya minta maaf, saya akan segera pergi.” Hana benar-benar malu dan ingin cepat-cepat pergi dari hadapan mereka. Lalu dia menghampiri sepatunya yang tergeletak didepan pintu masuk. Tetapi pintunya ditutup oleh Jaejin. Hana yang melihatnya merasa heran dan kaget.
“Kami tidak akan membiarkan seseorang kelaparan pada malam hari apalagi dia seorang perempuan yang sedang mencari alamat.” Kata Jaejin dan dilanjutkan dengan anggukan yang lain.
Hana yang keget tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan menerima tawaran mereka. Benar-benar tidak disangka-sangka bisa berada di dorm FT Island dan di ajak makan bersama.
Ngomong-ngomong, manager-hyung dimana??” Hongki membuka pembicaraan sambil menyuapkan nasi yang ada disumpitnya ke dalam mulutnya.
“Tadi dia sms kalau dia mau keluar sebentar. Entahlah mau kemana.” Jawab Jonghun. Lalu Hongki melirik ke arah Hana, “Kenapa kamu makannya sedikit? Cobalah makan yang ini dan yang ini.” Sambil menawarkan makanan yang penuh warna-warni.
“Gomawo.” Memang tidak ada kata lain yang bias dkatakan kecuali terima kasih.
Lalu Minhwan mulai bersuara, yang dari tadi hanya berebutan daging dengan jaejin. “Maaf, boleh kami tahu nama nunna?” kata-kata dari Minhwan serentak membuat semua orang yang ada di kamar tersebut melihat Hana. Dan jujur saja sebenarnya Hana juga lupa untuk memperkenalkan dirinya saking gugupnya.
“Mianhae, aku benar-benar lupa memperkenalkan diriku padahal sudah di ajak makan oleh kalian semua.” Hana menundukan kepalanya lagi dan kembali pada posisi semula.
“Namaku Kim Hana, 18 tahun dari Indonesia. Salam kenal semuanya.” Perkenalan yang singkat, jelas, padat dan membuat semua anak-anak FT Island kaget.
“Hweeee. . .!!! Indonesia!!” seru Hongki yang saking kagetnya, mulutnya sampai terbuka padahal masih ada makanan dimulutnya.
“Jauh banget dari Indonesia kesini.” Seru Jaejin. Kemudian pertanyaan datang lagi dari Minhwan, “Nunna lagi ada urusan kah d Korea?” dan dijawab dengan anggukan oleh Hana.
Lalu Hana menceritakan tentang negara asalnya tersebut kepada 5 cowok keren yang berhasil merebut perhatian banyak cewek dengan lagu-lagunya dan perform mereka. Selain itu Hana juga menceritakan tentang fans-fans FT Island yang ada di Indonesia dan mereka benar-benar terkejut bahwa di Indonesia ternyata banyak yang menyukai mereka. Namun ketika mereka sedang asyik-asyiknya bercerita Hp Hana berbunyi. Hana berpindah tempat menjauhi mereka untuk mengangkat hpnya yang berbunyi. Dan di layar hpnya tertera nama Kim Min Jae yang merupakan nama pamannya.
“Yoboseo.” Sapa Hana duluan.
“Ne, yoboseo. Hana bagaimana apartemennya? Kau suka?” tanya pamannya.
“Paman, sebenarnya kamar apartemennya nomor berapa?” jelas sekali kalau pertanyaan Hana membuat sang paman kebingungan.
“Maksud kamu? Kamu belum sampai d apartemennya?”tanyanya lagi.
“Sebenarnya sudah sampai dari tadi, tapi alamat nomor kamar yang paman kasih salah. Itu kamar orang lain.” Jelas Hana.
“Hah? Bagaimana bisa salah? Jelas-jelas paman menulisnya dengan benar kamar no. 231.” Lalu Hana mengeluarkan kertasnya lagi dari kantung celananya dan melihatnya lagi sambil mengerutkan dahinya.
“231? Disini paman menulisnya 251 bukan 231.” Jelasnya Hana sekali lagi kepada pamannya.
“251? Paman menulisnya 231 bukan 251. Kalau 251 sudah pasti salah. Itu angka 3 bukan angka 5, Hana.” Hana mencoba melihat lagi angka yang tertera di kertas tersebut, jelas-jelas angka 5 yang tertulis tapi pamannya bilang kalau itu angka 3.
“Baiklah paman, aku akan mencoba ke kamar 231.” Jawab Hana yang masih memperhatikan angka yang bermasalah itu.
“Ya sudah, nanti kalau sudah samapi telpon paman lagi.” Suruhnya, lalu menutup teleponnya.
Hana memasukan hpnya kedalam saku celananya lalu kembali ke tempat semula sambil memegang kertas bermasalah tersebut. “Ternyata benar, aku salah kamar.” Hana memulai pembicaraan dan mereka berlima kembali menatap Hana untuk ketiga kalinya.
“Nomor kamar yang dimaksud 231, bukan 251.” Jelas Hana.
“Boleh aku coba lihat lagi kertasnya?” Seunghyun meminta kertas tersebut, bersama Hongki dan Jaejin yang ada disebelahnya ikut melihatnya. Lalu seunghyun dan jaejin tersenyum bersamaan.
“Siapa yang menulis ini?” tanya jaejin.
“pamanku yang menulisnya.” Jawab Hana.
“Pamanmu benar-benar bikin susah yaa.” Sambil tersenyum lalu menaruh kertas tersebut di atas meja agar bisa dilihat oleh semuanya. Lalu dia mulai menjelaskan.
“Sebenarnya ini angka 3, tapi karena atasnya terlalu panjang jadi di kiranya angka 5.” Seunghyun menunjuk bagian atas angka tersebut.
“Benar-benar seperti angka 5.” Kata Jonghun sambil mengerutkan dahinya melihat angka tersebut.
“Iya.” Kata Minhwan dan anggukan dari Hongki.
“Terjawab sudah kamar yang di maksud di kertas ini.” Kata Jaejin. “Karena kamar 251 adalah tempat kami.” Jelasnya sambil tersenyum.
“Jadi?” tanya Hongki.
“Kamarku ada di nomor 231. . .” jawab Hana dan mereka berlima mengangguk, tetapi ucapan Hana belum selesai.
“. . . dan sebagai ucapan terima kasihku, aku akan mencuci semua piring yang ada di meja makan ini.” Lanjut Hana sambil tersenyum. Awalnya mereka masih mengangguk dengan perkataan Hana, tetapi ketika mendengar kalimat terakhirnya lansung saja mereka kaget dan berteriak, “TIDAK USAH!!!” reaksi mereka benar-benar di luar dugaan dan membuat Hana tertawa.
“Gwaenchana, hanya ucapan terima kasih karena sudah membuat kalian repot dan membantuku. Bahkan sudah memperbolehkanku makan disini bersama kalian.” Hana mulai berdiri dan membawa piring dan mangkuk yang sudah kosong.
“Boleh tahu dimana dapurnya?” tanya Hana. Jonghun yang berada di samping Hana ikut membawa piring yang kotor dan memberitahukan tempatnya. Ternyata nggak hanya Jonghun, tapi yang lain juga ikut membantu. Hana yang mencuci, Hongki yang membilas, Jonghun yang mengeringkan, dan Jaejin yang menata piring-piring yang sudah dikeringkan di lemari. Sedangkan Seunghyun dan Minhwan kebagian merapihkan ruang tamu dan meja makan.
Selesai membantu membereskan ruangan, tiba saatnya Hana untuk pamit dan menuju apartemen yang sebenarnya.
“Jeongmal gomawo atas semua kebaikan kalian.” Sambil membungkukan badannya lagi.
“Gwaenchana.” Kata Jonghun, lalu dilanjutkan oleh Minhwan, “Nunna sering-sering main lagi yaa ke sini” kata-kata Minhwan tersebut membuat Hana kaget mendengarnya.
“Apartemenmu tiga lantai dibawah kami.” Jelas Jaejin.
“Ne, aku mau mendengar lebih banyak lagi tentang Indonesia dan para fans kami yang ada disana.” kata Minhwan.
“Tapi aku tidak yakin, akan kesini sering-sering. Pastinya jadwal kalian padat. Selain itu kalian harus lebih banyak latihan.” Jawab Hana.
“Baiklah, kalau begitu.” jawab Jonghun sambil tersenyum.
Hana memakai sepatunya, lalu pergi meninggalkan apartemen mereka. tidak diduga-duga dia bisa seberuntung itu bertemu FT Island, bahkan saling mengenal satu sama lain. Kalau teman-temannya yang berada di Indonesia mengetahuinya, bisa-bisa Hana di sidang dengan berbagai pertanyaan. Dan kini di dalam pikirannya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
Semantara itu didalam apartemen yang dihuni oleh 5 cowok keren, salah satu dari mereka menemukan gantungan HP yang sepertinya bukan milik mereka berlima tergeletak di lantai.
“Hyung, coba kesini deh.” Awalnya Minhwan hanya ingin memanggil Hongki, tetapi yang lain juga ikut manghampiri karena mereka merasa sebagai hyungnya Minhwan.
“Ada apa?” Tanya Seunghyun. Lalu Minhwan memperlihatkan gantungan hp tersebut.
“Jangan-jangan itu. . . .” Jonghun tidak melanjutkan kata-katanya, lalu mereka saling menatap satu sama lain dan tiga orang dari mereka tiba-tiba tersenyum dengan penuh maksud, sedangkan yang duanya lagi kebingungan dengan arti dari senyuman itu.
========== To Be Continue ==================
May 10, 2010
[FF] You're My Last Love
demi melunasi hutangku pada member dc..
hehe..
happy reading :D
casts : Cho Kyuhyun, Park Taehee
genre : Romance
length : Oneshot / 904 words
rating : T / PG+13
“Jagiya, kau belum tidur?”
“Belum. Kau meneleponku malam-malam seperti ini. Ada apa Kyunnie?”
“Aku ingin bicara padamu,”
“Bicara tentang apa? Katakan saja. Aku akan mendengarkan.”
“Bukan. Tidak bisa ku katakana di telepon. Besok aku tidak ada pemotretan. Kita bertemu di tempat biasa ya.”
“Tempat biasa? Baiklah. Jam berapa?”
“Kalau jam 10 pagi, bagaimana? Kau bisa kan?”
“Tentu saja aku bisa.”
“Baiklah, sampai ketemu besok, jagiya. Annyeong. Saranghae.”
“Nado saranghae, oppa. Annyeong”
Ku tekan tombol berwarna merah di handphone-ku yang memutuskan pembicaraanku dengannya. Tapi apakah ia ingat kalau besok adalah 1st anniversary kami? Tentu saja ia tak akan lupa kan? Aku jadi tidak bisa tidur membayangkan apa yang akan terjadi besok.
Saat melewati toko bunga, hatiku menyuruhku untuk berbelok arah sebentar dan membeli buket bunga mawar. Mawar, aku tahu Taehee sangat menyukai bunga itu. Tadinya aku merencanakan suatu kejutan untuknya. Tapi karena pemotretanku tadi, terpaksa ku batalkan rencanaku itu. Aku meneruskan perjalananku menuju taman sambil menggenggam erat buket bunga di tangan kananku. Aku tersenyum sendiri membayangkan bagaimana ekspresinya saat aku menyerahkan bunga ini untuknya.
Aku semakin dekat dengan kursi favorit kami dan kulihat dia masih ada disana! Dia masih menungguku ! Ku lihat wajahnya yang cemas dan berkali-kali melihat sekeliling. Mungkin ia mencari-cari sosokku di tengah para pengunjung taman? Aku melangkah semakin dekat ke arahnya. Sekarang ku lihat ia sibuk dengan handphone-nya, seperti ingin menelepon seseorang, namun selalu dibatalkannya. Hal itu terus berulang sampai yang tiga kali. Aku bertanya-tanya, siapa yang ingin di telepon olehnya sebenarnya?
Aku melangkah lagi untuk mempersempit jarak antara kami. DIsaat itulah aku tersadar bahwa aku tidak memegang buket bunga yang tadi aku beli. Buket bungnya hilang ! Kemana perginya buket bunga itu? Padahal seingatku, aku tidak pernah melepaskannya sejak tadi.
Kini aku berdiri di hadapannya dan kebetulan sekali ia sedang menatap ke depan. Ke arah aku yang sedang beridiri. Tetapi ia sama sekali tidak menyadari keberadanku ! Kenapa ? Apakah ia marah padaku karena aku membuatnya menunggu terlalu lama dan sekarang ia pura-pura tidak mengenaliku?
“Jagiya,” panggilku sambil tersenyum lebar. Tetapi ia tetap diam.
Ku coba untuk menarik perhatiannya dengan melambaikan tangan kananku di wajahnya. Tetap tidak ada reaksi darinya dan ia malah mengalihkan pandngannya ke arah jam besar yang tak jauh dari kami. Pukul 15.15 sore. Aku sudah terlambat sekitar 5 jam dan Taehee sudah terlalu lama menungguku.
Ponsel yang digenggam Taehee berdering memecah keheningan. Dia menekan satu tombol dan menyapa seseorang yang menghubunginya. Aku tidak tahu apa yang dikatakan orang di telepon itu pada Taehee. Tapi seketika itu juga air matanya langsung mengalir deras. Tubuhnya bergetar hebat dan handphone-nya tejatuh dari genggamannya. Ada apa? Siapa yang meneleponnya itu? Apa yang membuat Taehee-ku menangis?
“Taehee-ah, kau harus sabar. Aku mengerti perasaanmu. Kita semua tidak ingin Kyuhyun pergi meninggalkan kita secepat ini. Kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Mobil yang menabraknya itu… Ah, aku juga tidak tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya! Taehee? Taehee-ah, kau masih disana? Kau mendengarkanku kan? Kita harus cepat ke rumah sakit sekarang. Dimana sebenarnya kau berada? Aku akan segera menjemputmu disana! Jangan pergi sebelum aku datang! Kau mengerti, Taehee-ah?”
udah aku ganti judulnya yaa :D
terinspirasi dari lagunya MBLAQ..
yang sampe sekarang masih pengen gue cari tau part-partnya =="
for desy : I hope you like it ;)
May 8, 2010
[FF] I Did Wrong
AIGOOO~
dipaksa posting !
gak tau deh ini ceritanya gak karuan kayak apa >////<
.
casts : Park Eunjin, Kim Junsu, Kwon Jiyong (cameo)
genre : Romance
length : Oneshot / 1255 words
rating : T / PG+13
“Maaf, aku jenuh padamu.”
Kata-kata itu akhirnya keluar juga dari mulutku. Aku harap ia bisa mengerti. 2 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Ada kalanya aku merasa bosan, dan sekaranglah puncaknya. Berpisah untuk sementara waktu mungkin jalan yang terbaik untuk kami berdua. Lagipula berpisah sementara bukan berarti putus kan?
“Kita berpisah untuk sementara waktu. Aku rasa dengan begini kita bisa sama-sama berpikir apakah hubungan kita masih bisa dilanjutkan lagi atau tidak,” lanjutku.
“Untuk berapa lama?” tanyanya setelah terdiam sebentar.
“Aku juga tidak tahu. Sampai kita bisa memutuskan mana yang terbaik untuk kita.”
“Baiklah. Aku mengerti.”
Rasanya aku sudah mengerti saat ia berkata ingin berbicara hal yang penting denganku. Terutama saat ia bilang bahwa ia jenuh padaku. Aku mengerti hubungan kami memang agak menjauh akhir-akhir ini. Akhir-akhir ini aku sering tidak punya waktu untuk bersamanya karena sibuk mengaransemen lagu untuk grup musikku. Aku dengarkan penjelasannya sampai ia selesai berbicara.
“Untuk berapa lama?” tanyaku. Tidak yakin apakah kalimat tadi adalah kalimat yang tepat untuk merespon penjelasan panjangnya.
Saat pembicaraan kami selesai, dimulailah masa-masa perpisahan kami yang menurutnya hanya sementara.
Hari pertama setelah pembicaraan kami kemarin, berjalan dengan baik-baik saja. Walaupun aku (mungkin dia juga) merasa sangat lelah karena harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang aku dan dia. Sejak tadi pagi, teman-teman sekelas heran dan mulai bertanya-tanya saat melihat kami tidak berangkat sekolah bersama. Tentu saja mereka heran, karena pasangan yang diberi gelar “The Best Couple Ever” oleh mereka tidak mesra seperti biasanya, bahkan tidak berbincang-bincang dan malah terkesan menjauhi satu sama lain. Sepertinya mereka semua merasa khawatir kalau kami putus. Karena mereka akan sangat kehilangan pasangan yang sangat mereka setujui untuk menikah. Ada-ada saja mereka.
Hari ini benar-benar hari yang melelahkan. Semua teman sekelas bertanya apakah aku sudah putus dengannya. Aku hanya menjelaskan dengan sabar. Memang tidak mudah berpisah seperti ini, apalagi kalau kami sekelas dan kami mempunyai teman-teman sekelas yang sangat peduli dengan hubungan kami. Tapi sepertinya dia baik-baik saja tanpaku seharian ini, jadi aku tidak perlu khawatir.
Pulang sekolah, aku kebingungan mencari bus yang menuju ke rumahku. Kalau ku ingat-ingat, mungkin ini pertama kalinya aku naik bus selama 2 tahun terakhir. Berpacaran dengan seorang Kim Junsu selama kurang lebih 2 tahun, membuatku tidak tahu arah karena sangat dimanjakan olehnya. Kemanapun aku pergi, ia selalu siap sedia mengantar dan menjemputku. Begitupun kalau ke sekolah. Tiap pagi ia selalu menjemput dan sorenya mengantarku pulang.
“Lho? Kenapa kamu naik bus? Junsu tidak mengantarmu pulang?” tanya oppaku, Jiyong, terheran-heran saat aku baru saja sampai di rumah.
“Aku ingin mandiri, jadi aku pulang sendiri. Memangnya tidak boleh?” jawabku sekenanya.
“Hei, ini tidak seperti biasanya, makanya aku heran. Kenapa? Kau putus dengan Junsu?” tanyanya lagi.
“Tidak kok,” kataku sambil berjalan menuju kamar.
Aku baru sadar bahwa aku mengarahkan motorku ke arah rumahnya saat aku berada di pertigaan dekat rumahnya. Aku menepuk dahiku pelan. Aku lupa kalau hari ini aku tidak perlu mengantarnya pulang. Rasanya hal itu sudah menjadi kebisaanku selama 2 tahun terakhir, jadi aku sulit untuk mengubahnya. Tapi, apakah ia tahu bus mana yang menuju ke arah rumahnya? Dia tidak akan tersesat kan? Atau mungkin dia meminta oppanya, Jiyong hyung, untuk menjemputnya?
Hari kedua, ketiga, dan keempat, berjalan dengan lancar. Memasuki hari kelima, aku mulai merasakan ada yang hilang. Terutama saat jam pulang sekolah. Jiyong oppa hanya bisa mengantarku ke sekolah saat pagi hari. Dia tidak bisa menjemputku karena ia pun harus kuliah sampai sore. Aku yang selalu diantar pulang oleh Junsu, kini harus berdesak-desakkan di dalam bus. Lalu di malam hari, aku juga merasakan kehilangan saat menyadari tidak ada lagi yang meneleponku sebelum tidur. Sekedar mengucapkan selamat tidur, saranghae jagiya, ataupun menyanyikan lagu pengantar tidur untukku.
Aku baru saja ingin memejamkan mata saat menyadari ada sesuatu yang kurang. Aku menyambar handphone yang ada di meja sebelah tempat tidurku secepat kilat. Membuka phonebook dan menatap nama kontak pertama yang ada disana. Jariku sudah tidak sabar untuk menekan tombol panggil. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak mendengar suaranya. Aku juga ingin menyanyikan lagu untuknya. Tapi ku urungkan niatku untuk menghubunginya saat aku teringat pembicaraan kami lima hari lalu. Kami sedang berpisah sementara. Ya. Tentu saja aku tidak akan lupa tentang hal itu.
Tanpa ku sadari, sekarang sudah genap seminggu saat kami memutuskan untuk berpisah sementara. Aku melangkahkan kaki menuju ke balkon kamarku. Kutatap langit yang gelap tanpa bintang. Ku genggam erat handphone di tangan kananku. Sejak tadi aku berkali-kali menatap layar handphone-ku. Berharap ada sms atau telepon masuk darinya. Aku menghela napas panjang.
“Babo ! Dia tidak akan menghubungimu ! Kalian kan sedang berpisah saat ini !” rutukku pada diri sendiri.
“AAAAHH ! Aku tidak ada ide lagi !” teriakku kencang.
Lagu buatanku yang ku kerjakan selama dua minggu terkahir belum juga selesai. Padahal besoklah deadline-nya. Grup musikku harus rekaman besok sore. Aku mengingat-ingat sejak kapan proses pembuatan laguku ini terunda. Namun hanya ada satu hal di pikiranku. Hari itu, tepat seminggu yang lalu. Hari dimana aku berpisah dengannya. Berpisah sementara, maksudku.
Seperti terhipnotis oleh sesuatu, aku segera mengambil jaket dan berlari keluar rumah. Tidak ku pedulikan teriakan eomma-ku yang bertanya aku mau kemana. Aku terus berlari secepat kilat tanpa memperhatikan sekelilingku. Aku hanya ingin cepat-cepat sampai di tempat itu. Aku ingin cepat-cepat memeluknya.
“TOK !”
Aku dikagetkan oleh bunyi sebuah benda yang mengenai kaca jendelaku. Sebuah batu kecil. Sepertinya di lempar dari arah… bawah? Aku melihat ke bawah dan melihat dia berada disana. Ya, dia. Kim Junsu. Kekasihku.
Tanpa pikir panjang aku segera masuk ke dalam kamar. Menutup jendelaku dengan rapat.
Akhirnya aku sampai di depan rumahnya. Namun kakiku seakan bergerak tanpa perintahku untuk terus berlari ke arah samping. Menuju ke arah jendela kamarnya. Tepat saat itu ku lihat dia sedang berdiri di balkon kamarnya, menatap langit. Aku mencari cara untuk membutnya menyadari keberadaanku. Ku ambil sebuah batu kecil dan ku lemparkan kencang kearah kaca jendelanya. Tepat mengenai sasaran. Dia hanya diam menatapku dari arah sana. Belum sempat aku berkata untuk menyuruhnya turun, ia sudah berlari dan menutup jendelanya rapat-rapat. DEG! Kenapa dia bersikap seperti itu? Apakah ia benar-benar ingin berpisah denganku ?
Aku menuruni tangga dengan cepat. Menabrak Jiyong oppa yang ingin menuju ke kamarnya yang berada di depan kamarku. Aku hanya ingin segera sampai ke tempatnya untuk memeluknya. Kami berdiri berhadapan dan jarak kami hanya tinggal 2 meter lagi. Ia menatapku. Entah apa arti tatapannya itu. Tanpa sadar air mata menetes di pipiku. Aku tak sanggup untuk berdiri lebih dekat lagi padanya. Aku telah berbuat salah karena memutuskan ‘perpisahan sementara’ ini. Aku telah berbuat salah karena tidak menyadari betapa pentingnya ia untukku. Bodohnya aku.
Aku tidak menyangka ia akan berlari ke bawah untuk menyusulku. Ku kira kami sudah berkahir begitu saja saat ia menutup jendelanya tadi. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya bisa menatapnya. Kemuadian aku melihat mata dan pipinya basah oleh air mata. Aku cemas. Apakah ia menangis karena aku?
“Kau rindu padaku?” tanya Junsu setelah keduanya sekian lama terdiam.
Eunjin tidak menjawab. Air matanya mengalir semakin deras. Ia berlari dan memeluk Junsu erat-erat. Seolah-olah tidak mau melepaskannya lagi.
“Tentu saja aku sangaaaaaat merindukanmu, jagiya. Saranghae,” bisiknya di telinga Junsu.
Junsu sepertinya terkejut oleh tindakan Eunjin. Namun tanpa berpikir lagi, ia memeluk Eunjinerat sambil tangan kanannya mengusap rambut Eunjin dengan lembut.
“Nado saranghae, jagiya. Aku berjanji aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi,”
how was it?
yang baca W A J I B kasih komen ^^
i'll love you ! *hugs* haha
gomawo ~
Apr 22, 2010
[PROFILE] Rainbow
enjoy yaa :D


Official Debut: November 14, 2009
Name: Kim Jae KyungPosition: Leader
Birthday: December 24th, 1988
Height: 168cm
Weight: 45kg
Real Name: Oh Se MiStage Name: Oh Seung A
Position: Main Vocal
Birthday: September 13, 1988
Height: 167cm
Weight: 45kg
Name: No EulPosition: Rapper
Birthday: May 10, 1989
Height: 164cm
Weight: 44kg
Name: Go Woo RiBirthday: February 2, 1988
Height: 165cm
Weight: 44kg
Name: Jung Yoon HyeBirthday: April 14, 1990
Height: 166cm
Weight: 47kg
Name: Kim Ji SookBirthday: July 18th, 1990
Height: 164cm
Weight: 41kg
Education: Hanyang All Girls College
Name: Jo Hyun YoungPosition: Main Vocal
Birthday: August 11, 1991
Height: 160cm
Weight: 41kg
Discography
Mini Album Gossip Girl
Track list :
01. Not Your Girl
02. Gossip Girl
03. I Believe
04. Kiss
05. 참아볼께요
credits : prismatic7 + DSPlove + niz@DCEnt
Read More......
Mar 26, 2010
[LYRIC] 2AM - I Did Wrong

Mar 4, 2010
[LYRIC] D-NA 1st Single

동경소년
Tokyo Boy
KOREAN
(Intro)
눈을 뜨는 아침부터 널 생각하다가 잠들어
하루종일 네 생각이면 행복해
Cuz you my girl
귀여운걸 참 예쁜걸 너무 사랑스러운 너 (Oh my girl)
마법처럼 주문처럼 매일 고백하게 하는 너
오직 나만의 공주로
너의 기사로 너를 지켰으면 좋겠어
드라마 속에나 나올법한 얘기도
너에게 모두 해주고 싶은데..
사랑은 우리 둘만의 느낌
꿈에서 매일 보던 그림..
저 하늘에 대고 맹세할 수 있어
네가 있어서 행복한걸..
하루에 열 번씩 고백해줄래
사랑한다 그 말 내게 해줄래
스물 네 시간을 그 말만 들어도 좋을꺼야
너를 사랑해 I love you
(Hook)
L O V E
Wanna tell you how I feel
오직 나만의 천사로
나의 소녀로 내 곁에 있다면 좋겠어
동화 속에서나 이루어질 기적도
너만 있으면 이뤄질 것 같아..
사랑은 우리 둘만의 느낌
꿈에서 매일 보던 그림..
저 하늘에 대고 맹세할 수 있어
네가 있어서 행복한걸..
하루에 열 번씩 고백해줄래
사랑한다 그 말 내게 해줄래
스물 네 시간을 그 말만 들어도 좋을꺼야
너를 사랑해 I love you
비가 내려도 바람이 불어도
흰 눈이 내려도 천둥번개가 쳐도
지키고 싶어 널 지켜주고 싶어
언제까지라도..
지금껏 너를 동경해왔어..
오랫동안 기다려왔어..
행운이라는걸 행복이라는걸..
너 없이 나는 안된단걸..
언제나 나만의 애인되줄래
내 품에서 평생 살아가줄래
스물 네 시간을 보고만 있어도 좋을꺼야
너를 사랑해 I love you
ROMANIZATION
(Intro)
nuneul tteuneun achimbuteo neol saenggakhadaga jamdeureo
harujongil ne saenggagimyeon haengbokhae
Cuz you my girl
gwiyeoungeol cham yeppeungeol neomu sarangseureoun neo (Oh my girl)
mabeopcheoreom jumuncheoreom maeil gobaekhage haneun neo
ojik namanui gongjuro
neoui gisaro neoreul jikyeosseumyeon jokesseo
deurama sogena naolbeophan yaegido
neoege modu haejugo sipeunde..
sarangeun uri dulmanui neukkim
kkumeseo maeil bodeon geurim..
jeo haneure daego maengsehal su isseo
nega isseoseo haengbokhangeol..
harue yeol beonssik gobaekhaejullae
saranghanda geu mal naege haejullae
seumul ne siganeul geu malman deureodo joheulkkeoya
neoreul saranghae I love you
(Hook)
L O V E
Wanna tell you how I feel
ojik namanui cheonsaro
naui sonyeoro nae gyeote itdamyeon jokesseo
donghwa sogeseona irueojil gijeokdo
neoman isseumyeon irwojil geot gata..
sarangeun uri dulmanui neukkim
kkumeseo maeil bodeon geurim..
jeo haneure daego maengsehal su isseo
nega isseoseo haengbokhangeol..
harue yeol beonssik gobaekhaejullae
saranghanda geu mal naege haejullae
seumul ne siganeul geu malman deureodo joheulkkeoya
neoreul saranghae I love you
biga naeryeodo barami bureodo
huin nuni naeryeodo cheondungbeongaega chyeodo
jikigo sipeo neol jikyeojugo sipeo
eonjekkajirado..
jigeumkkeot neoreul donggyeonghaewasseo..
oraetdongan gidaryeowasseo..
haenguniraneungeol haengbogiraneungeol..
neo eobsi naneun andoendangeol..
eonjena namanui aeindoejullae
nae pumeseo pyeongsaeng saragajullae
seumul ne siganeul bogoman isseodo joheulkkeoya
neoreul saranghae I love you
눈부신 세계
Blinding World
KOREAN
(Narr.)
난 아직 어리지만 음..
널 지켜 주고싶어 왜냐하면 널 좋아하니까
꿈속에서 본 것 같아..
다른 세계의 눈부심..
반짝거리는 별.. 좋은 향기.. 달콤해 보이는 구름까지.. 사랑에 빠진 것 같아요..
마법에 걸린 소녀처럼
바라만 봐도 아름다워..
심장이 터질듯이 뛰는데 그대 들리나요..
기적이죠..
하늘에 수많은 별 중에
그대라는 별을 만난 건 하늘의 아름다운 마법.. 풀리지 않기를..
믿을 수 없는 환상처럼 깨질까 봐 난 두려워요..
이대로 영원히 내 곁에 있어요..
(Rap.)
눈이 부셔 Everyday
너와함께 있을땐 꿈을 꾸는 것 같아
And you make me pray
영원토록 꿈꾸고 싶어..
나는 그대와 함께라면..
오랜 시간이 흘러간대도 빛을 잃지 않게..
기적이죠..
하늘에 수많은 별 중에
그대라는 별을 만난 건 하늘의 아름다운 마법.. 풀리지 않기를..
믿을 수 없는 환상처럼 깨질까 봐 난 두려워요..
이대로 영원히 내 곁에 있어요..
길을 잃어버리지 않도록 그대 길 비춰줄게요
하늘의 별이 빛을 잃어도 내가 지켜줄게요..
사랑해요.. 나는 그대를 사랑해요..
한 사람을 위해 살고픈 그런 마음을 주는 사람 바로 그대란걸
언젠가 세월이 지나도 변하지 않을 사랑이죠
Everyday Everynight Everytime
I love you
(Rap.)
You know you my little girl
머리결과 그 숨결 hah~
그 무엇보다 아름다운 넌
ROMANIZATION
(Narr.)
nan ajik eorijiman eum..
neol jikyeo jugosipeo waenyahamyeon neol johahanikka
kkumsogeseo bon geot gata..
dareun segyeui nunbusim..
banjjakgeorineun byeol.. joheun hyanggi.. dalkomhae boineun gureumkkaji.. sarange ppajin geot gatayo..
mabeobe geollin sonyeocheoreom
baraman bwado areumdawo..
simjangi teojildeusi ttwineunde geudae deullinayo..
gijeogijyo..
haneure sumanheun byeol junge
geudaeraneun byeoreul mannan geon haneurui areumdaun mabeop.. pulliji ankireul..
mideul su eomneun hwansangcheoreom kkaejilkka bwa nan duryeowoyo..
idaero yeongwonhi nae gyeote isseoyo..
(Rap.)
nuni busyeo Everyday
neowahamkke isseulttaen kkumeul kkuneun geot gata
And you make me pray
yeongwontorok kkumkkugo sipeo..
naneun geudaewa hamkkeramyeon..
oraen sigani heulleogandaedo bicheul irchi anke..
gijeogijyo..
haneure sumanheun byeol junge
geudaeraneun byeoreul mannan geon haneurui areumdaun mabeop.. pulliji ankireul..
mideul su eomneun hwansangcheoreom kkaejilkka bwa nan duryeowoyo..
idaero yeongwonhi nae gyeote isseoyo..
gireul irheobeoriji antorok geudae gil bichwojulgeyo
haneurui byeori bicheul irheodo naega jikyeojulgeyo..
saranghaeyo.. naneun geudaereul saranghaeyo..
han sarameul wihae salgopeun geureon maeumeul juneun saram baro geudaerangeol
eonjenga sewori jinado byeonhaji anheul sarangijyo
Everyday Everynight Everytime
I love you
(Rap.)
You know you my little girl
meorigyeolgwa geu sumgyeol hah~
geu mueotboda areumdaun neon
[c] romanization.wp.com + pinkwhite@sparkling-star

